ILMU ALLAH

Posted: September 7, 2010 in Islam
Tag:

TUJUAN

F Peserta memahami sifat dan kualitas Ilmu Allah.

F Peserta mengetahui jalan-jalan turunnya ilmu Allah

F Peserta mengetahui bukti-bukti ilmu Allah

METODE PENDEKATAN

F Ceramah dan diskusi

RINCIAN BAHASAN

Pendahuluan

· Sebagai konsekuensi logis dari Maha Penciptanya Allah yang meliputi ekosistem zahir/fisik, meliputi alam semesta, manusia, flora dan fauna dan ekosistem batin/metafisik, meliputi alam ruh, jin dsb, ialah Allah pulalah yang berhak disebut Al-Aliim (Maha Mengetahui) (QS. 59:22). Aksioma yang berlaku: Yang mencipta lebih tahu terhadap yang diciptakan..

· Ilmu Allah mencakup semua yang ada dan yang mungkin ada

Sifat Ilmu ALIah

1. Bersifat Pasti. Allah menciptakan segala sesuatu dan menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi rapinya (QS. 25:2, 15:21)

2. Bersifat Obyektif (QS. 41:53)

3. Perintah Allah berlaku pada ciptaanNya (yang merupakan hasil IlmuNya)

Kualitas Ilmu Allah

Ilmu Allah tak dapat dibandingkan dengan ilmu siapapun dan Allah Maha mengetahui yang ghaib dan yang tersembunyi (QS. 18:109, 31:27, 31:16, 40:19).

Hakikat Ilmu Allah

Allah menggunakan 2 jalur dalam mengajarkan ilmunya pada manusia:

1. Jalur formasi resmi

· Dalam Bentuk wahyu

Sistem penyampaiannya berstruktur, melalui malaikat, rasul, sahabat, tabi’in, tabi’it tabi’in hingga ulama akhir zaman. Tidak langsung disampaikan ke seluruh manusia.

2. Jalur informal

· Dalam Bentuk ilham/ inspirasi

Sistem penyampaiannya mandiri, diperuntukkan bagi siapa saja, baik beriman maupun kafir yang mau mengadakan mubasyarah (pengamatan) terhadap alam semesta. Barang siara yang berusaha, maka dia akan mendapatkan. [29:69]

Bukti Ilmu Allah

  1. Ayatul Kauniyah, yaitu ayat-ayat Allah yang terhampar di alam, merupakan bukti yang meandukung kebenaran ayatul Qauliyah [3:109]. Ayat-ayat Kauniyah ini merupakan sarana bagi kehidupan manusia. Manusia harus melakukan eksperimen/percobaan dalam mengembangkan dan memanfaatkan untuk kemaslahatan hidupnya. Kebenaran yang diperoleh dari eksperimen tersebut, sifatnya relatif dan empiris
  2. Ayatul Qauliyah, yaitu ayat-ayat Allah yang terkandung di dalam Al-Qur’an, merupakan petunjuk untuk menemukan fakta empiris Ayatul Kauliyah. Ayat Qauliyah ini harus dijadikan pedoman hidup bagi manusia sebab kebenarannya adalah mutlak [2:185]

· Mempelajari ayat-ayat Allah tidak hanya ayatul qouliyah, tetapi diikuti dengan mempelajari ayatul Kauniyah.

· Dengan mempelajari ayatul Qauliyah, pengenalan terhadap Allah menjadi tepat dan akurat. Dengan mempelajari ayatul Kauniyah, pengenalan terhadap Allah menjadi meluas dan mendalam.

· Hubungan ayat Qauliyah dan ayat Kauniyah: Ayat Qauliyah memberikan isyarat bagi manusia agar ayat Kauniyah (ayat) dimanfaatkan. Ayat Kauniyah memberikan bukti atas kebenaran informasi dari ayat Qauliyah.

· Melepaskan hubungan antara keduanya dapat me1emhkan manusia.

· Mempelajari ayattul Kauniyah dengan melepaskan ayatul Qauliyah akan mengakibatkan kehancuran manusia di akhirat. Sebaiknya mempelajari ayatul Qauliyah dengan melepaskan ayatul Kauniyah akan mengakibatkan kehancuran di dunia.

REFERENSI

Paket BP Nurul Fikri, Ilmu Allah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s